Wednesday, December 31, 2008

Sunday, December 14, 2008

First Lady to launch tree planting movement

Jakarta (ANTARA News) - First Lady Ani Yudhoyono, to be accompanied by Mrs. Mufidah Jusuf Kalla, will plant breadfruit and coconut trees to mark the launch of a tree planting movement for women at Ancol Ocean Park, here, on December 1.

The theme of last year`s movement was "Plant and Care 10 Million Trees" in an afford to help deal with the global warming. The theme of the 2008 tree planting movement will be "The food resilience of family."

"Therefore, this year we will plant fruit-bearing and edible trees. Besides planting trees, we will also provide fingerlings to the people," Erna Witoelar, coordinator of the tree planting movement, said here on Thursday.

The nation-wide movement will focus on planting and caring of edible trees, medicinal trees, and fingerling breeding for daily consumption of the people, according to Erna Witoelar, a former environmental affairs minister.

"This is to ease the impacts of the current global food and energy crises which have affected the Indonesian people, especially the women," she said.

To support the tree planting movement, the forestry ministry has provided around five million seedlings of breadfruit, durian, mango and other fruit-bearing trees.

The fishery and marine ministry provides 30 million of fresh water fingerlings and 500 tons of seaweed seeds. Meanwhile, the agriculture ministry gives 2 million seedlings of horticultural trees and 2.5 million of crops seedlings.

Witoelar said that the 2008 movement would be used as a momentum to empower the country`s women to help deal with the food and health problems.

President Susilo Bambang Yudhoyono is scheduled to launch the Indonesian Tree Planting Day 2008 on November 28, 2008.

First Lady Kristiani Herrawati Bambang Yudhoyono has won a United Nations Environment Program (UNEP) award for her efforts in encouraging Indonesian women to plant 1 million trees simultaneously across the country last year.

Source: Antara News

Monday, December 1, 2008

7.5 Juta Target Wisatawan Asing di 2009

JAKARTA, SELASA - Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) memproyeksikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 7,5 juta orang pada 2009. "Untuk 2009, paling tidak kita proyeksikan wisman sebanyak 7,5 juta orang. Tapi ini baru proyeksi, belum target," kata Sekretaris Jenderal Depbudpar Wardiyatmo yang ditemui di kantornya di Jakarta, Selasa (25/11).

Wardiyatmo menyatakan hal tersebut sekaligus meralat berita sebelumnya yang menyatakan bahwa pemerintah optimistis jumlah kunjungan wisman pada 2009 mencapai 10 juta orang dengan perolehan devisa 10 miliar dolar AS.

Depbudpar sendiri, katanya, masih terus menghitung tingkat kunjungan wisman dan wisnus serta penerimaan devisa dari sektor pariwisata yang dikumpulkan dari data para pemangku kepentingan pariwisata, termasuk dari badan PBB untuk pariwisata (UN-WTO/United Nations World Tourism Organization).

Sebelumnya, Menbudpar Jero Wacik pada dialog di studio RRI di Jakarta, Kamis (6/11) mengatakan tetap optimistis dapat meraih kunjungan tujuh juta wisman sesuai target pemerintah, meski BPS memprediksi hanya sekitar 6,4 juta wisman.

Menbudpar mengatakan, bila melihat angka-angka statistik, perkiraan sementara capaian target tersebut antara 6,4 juta-6,6 juta wisman, mengingat perhitungan kumulatif kunjungan wisman dari Januari hingga September 2008 sudah mencapai 4,57 juta atau dengan pertumbuhan 12,19 persen dibanding periode yang sama tahun 2007.

"Bila rata-rata per bulan kunjungan wisman mencapai 600 ribu orang, tiga bulan ke depan akan mencapai 1,8 juta wisman, sehingga pada akhir tahun diperkirakan akan dicapai kunjungan 6,4 juta wisman. Angka ini akan menjadi rekor baru, karena rekor lama tahun 2007 sebesar 5,5 juta wisman," katanya.

Menbudpar mengatakan, target tujuh juta kunjungan wisman yang ditetapkan dalam program (visit Indonesia Year - VIY) merupakan target optimistis atau target tinggi, sedangkan target moderat (sedang) adalah 6,5 juta, sementara target rendah (pesimistis) adalah 6 juta kunjungan wisman.

Sedangkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin (6/10) memprediksikan jumlah kunjungan wisman sampai akhir 2008 hanya mencapai 6,4 juta orang setelah melihat data jumlah wisman Januari hingga Agustus 2008 yang hanya mencapai 4,07 juta wisman.

Sumber: KOMPAS

Visit Indonesia Year 2008 Akan Dilanjutkan ke 2009

JAKARTA, KAMIS - Tingginya angka wisatawan hingga September 2008 dan optimisme pemerintah terhadap jumlah wisatawan hingga akhir tahun mendorong pemerintah meneruskan program Visit Indonesia Year (VIY) pada tahun 2009 mendatang.

"Kami setuju Visit Indonesian Year diperpanjang. Hasilnya tidak akan tangibel enam juta pengunjung tercapai," tutur Dirjen Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar dalam konferensi pers usai Rapat Kerja Nasional Pemasaran Pariwisata 2008 di Hotel Intercontinental, Kamis (27/11).

Ia mengaku, Depbudpar optimistis hingga akhir tahun jumlah wisatawan mancanegara maupun nusantara mencapai angka enam juta. Hingga September 2008, Depbudpar mencatat pertumbuhan wisatawan naik 12.18 persen dibanding akumulasi sembilan bulan pada tahun 2007.

Segmen marine dan MICE akan diangkat sebagai fokus dan tema VIY pada tahun 2009 mendatang, tanpa melalaikan segmen-segmen lainnya, seperti minat khusus atau adventure dan ecotourism dengan memperhatikan juga aspek kualitas (expenditure) selain kuantitas.

Namun, Sapta mengatakan belum menyusun perencanaan detil dan target untuk program ini. Selain itu, VIY pada tahun 2009 diharapkan dapat membaik kualitasya seiring dengan pembenahan produk dan pelayanan termasuk manajemen destinasinya.

Sumber: KOMPAS

Get This 4 Column Template Here
Get More Templates Here